Karya: A. Mukarrama Diah RD
Mentari mulai
memejamkan matanya
Hariku berlalu bersama
hembusan angin
Hatiku melantunkan irama asing
Yang tak pernah
kudengar sebelumnya
Bulan mulai menampakkan
tubuhnya
Bersama sang bintang
yang selalu ada untuknya
Malamku berlalu
bersama tetesan air mata
Yang tak hentinya
meledakkan jiwa
Aku tahu bulan tak
pernah merindu
Tapi bintang akan
selalu ada untuknya
Sesuatu yang
kehadirannya sangat kuhindari
Ternyata hadir kembali
Kau tahu?
Sinarku masih akan ada
untukmu
Jiwaku akan selalu bersamamu
Begitupun dengan
secangkir doaku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar