Sabtu, 22 Februari 2014

Do As Infinity - Fukai Mori

fukai fukai mori no oku ni
ima mo kitto
okizari ni shita kokoro
kakushiteru yo
sagasu hodo no chikara mo naku
tsukare hateta
hitobito wa eien no
yami ni kieru
chîsai mama nara kitto
ima demo mieta
kara
bokutachi wa ikiru hodo ni
nakushiteku sukoshi zutsu
itsuwariya uso o matoi
tachisukumu koe mo naku
[instrumental]
aoi aoi zora no iro mo
kitsukanai mama
sugite yuku mainichi ga
kawatte yuku
tsukurareta wakugumi o koe
ima o ikite
sabitsuita kokoro mata
ugokidasu yo
toki no rizumu o shireba
mô ichido toberu
darô
bokutachi wa samayoi nagara
ikite yuku doko made mo
shinjiteru hikari motome
arukidasu kimi to ima
[instrumental]
bokutachi wa ikiru hodo ni
nakushiteku sukoshi zutsu
itsuwariya uso o matoi
tachisukumu koe mo naku
bokutachi wa samayoi nagara
ikite yuku doko made mo
furikaeru michi o tozashi
aruiteku eien ni
tachisukumu
koe mo naku
ikite yuku
eien ni

Selasa, 18 Februari 2014

Sulis - Ibu

Ibu..Ibu..Ibu..Ibu
Ibu senandung lagukuKunyanyikan s'lalu untukmuEngkau penyejuk hatikuTanpamu tiadalah aku
Ku selalu kumohon doamuBahagia hidup matikuIbu kaulah harapankuTanpamu tiadalah aku
Pelita hidupkuPenerang hati kuBelahan jiwa kuKau matahari kuIbu..........
Sorga ditelapak kakimuRidho Allah dengan ridhomuBegitulah sabda nabikuTanpamu tiadalah aku
Ibu perisai hidupkuPertaruhkan nyawa bagikuCintamu terangi jalankuTanpamu tiadalah aku
Ibu…Ibu…Ibu…Ibu…Ibu…Ibu…Ibu…Ibu
Hanya lah ibu kuCurahan hati kuPenawar luka kuBidadari kuIbu........

Minggu, 16 Februari 2014

Rahmat Qur'an - Hadad Alwi Feat Shila


Allah turunkan rahmat Qur'an
jadikan Qur'an cahaya petunjuk kebenaran
Allah ingatkan kami
semua yang kami lalai, berikan ilmu yang bermanfaat
jadikan Qur'an bacaan yang kami cinta
di malam dan siang
jadikan Qur'an penerang
Ya Robbal 'alamin

Oh Allah bless us with Al Qur'an
Make it our leader our light our guide and blessing
Allah remind us of what we forget and teach us what we don't know
Oh my beloved Allah
Do Al Quran as our reading all night and all day,
All night and all day
Make al Qur'an our foundation
Ya Robbal Alamin

Allahummarhamna bil Qur'an
Waj'alhulana imamaw wa nurrow wahudaw wa rohmah
Allahumma dzakkirna min huma nasiina wa a'limna minhuma jahilna
Warzuqna tilawatahu aana
Allaili wa athrofannahar
Waj'alhu lana hujjatan
Ya Robbal 'Alamin

Film garapan anak muda Makassar (BOMBE') akan segera diputar di bioskop seluruh Indonesia

Sumber: Harian Fajar (16/02/2014)



DEMO mahasiswa dan perang antarkelompok. Makassar seolah identik dengan citra buruk itu.

Citra inilah yang kemudian digambarkan dalam adegan film Bombe'. Film garapan sekelompok anak muda Makassar ini mencoba untuk menyampaikan sebuah pesan sarat makna.

Film Bombe' merupakan besutan sang sutradara, Syahrir Arsyad Dini alias Rere Art2tonic dan kawan-kawannya, bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Makassar. Melalui adegan demi adegannya, Bombe' ingin membawa kita untuk merasakan dampak jika permusuhan terus terjadi di Kota Makassar.

Kota Makassar yang tadinya ramai dengan aktivitas penduduknya, dalam sekejap menjadi lengang dan gelap. Rere menuturkan, film ini masih dalam penggarapan.

"Rencananya semua rampung dalam waktu enam bulan, hingga Maret nanti. Masih ada beberapa adegan yang sementara kita garap," kata Rere.

Film ini diawali adegan dua gank anak sekolah dasar yang saling bermusuhan. Hampir setiap hari mereka berkelahi. Ada saja yang memicu pertengkaran mereka. Adegan ini pun menyadarkan kita jika bibit permusuhan sebenarnya telah ada sejak kita kecil.

Sebab secara tak sadar, demo dan tawuran yang kerap terjadi, membuat anak kecil melakukan yang sama, saling bombe' (bermusuhan).

Lewat akting enam anak ini, Rere dkk mencoba menggambarkan dampak dari permusuhan itu sendiri. Kota Makassar yang tadinya ramai oleh hiruk pikuk aktivitas penduduknya, tiba-tiba menjadi sunyi senyap dalam sekejap. Tidak ada lagi nafas kehidupan tersisa, selain enam anak yang mencoba mencari tahu apa yang terjadi dengan kota yang mereka cintai.

"Anak-anak ini dilatih berakting secara khusus selama sebulan penuh, sebelum mereka menjalani syuting," ujar Rere.

Menciptakan adegan jalan dan pemukiman yang sunyi, bukan hal mudah. Makassar terkenal dengan kota yang padat, bukan hanya penduduk, tapi juga kendaraan. Rere menuturkan, pihaknya harus bekerjasama dengan kepolisian untuk menutup jalanan selama beberapa jam. Hal ini untuk mendapatkan adegan yang benar-benar sunyi tanpa satu pun kendaraan yang melintas.

"Untuk mendapatkan momen sunyi itu, kita juga  melakukan syuting pada tengah malam dan dini hari," beber Rere.

Kondisi cuaca juga ikut menentukan jadwal syuting. Rere dkk harus berburu cuaca yang tepat. Tidak terlalu panas dan juga tidak hujan. Inilah yang menjadi tantangan bagi mereka. Alasan Rere, mereka tidak ingin gambar yang dihasilkan menciptakan bayangan yang mengganggu kualitas film.

Menariknya, hampir seluruh adegan menggunakan bahasa dan logat kental Makassar. Alhasil, film yang rencananya diputar di bioskop seluruh Indonesia ini bakal dibuatkan subtitle.

Di tengah film yang berdurasi 100 menit ini, ada sosok Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin. Ilham memerankan adegan sebagai wali kota, persis di dunia nyata. Dalam film ini, Ilham seolah menjadi pemeran kunci. Dia-lah yang menuntun keenam anak yang tersesat itu untuk mencari tahu jawaban atas kejadian yang mereka alami.

"Mudah-mudahan dengan film ini, membuat masyarakat sadar akan tanggung jawab untuk menjaga Kota Makassar yang kita cintai bersama," ucap Ilham saat dimintai tanggapannya memerankan salah satu tokoh.

Film yang diperkirakan menelan biaya produksi miliaran rupiah ini tidak hanya mengandung banyak pesan sosial. Di sisi lain, sutradara mengangkat betapa indahnya Kota Makassar dari sejumlah sudut. Hal ini tergambar dari sudut-sudut kota nan cantik. Sebut saja; Pantai Losari, Karebosi, dan Monumen Mandala. (yuk)Pemeran utama : Muh Djaky Nur Irfansyah, Safanah Kayla Putri Zulkarnain, Zahra Syahira Syahrir, Siti Anisyah Putri, Alya Nur Azizah Hendra, Andi Emir Wahyudi Aspa
Sutradara : Syahrir Arsyad Dini (Rere Art2tonic)
Produser : Hendra Sirajuddin
Music : Jhaka Wijazz & Art2tonic
Cast : Dwi Haryanto
Dipersembahkan oleh : Art2tonic bekerjasama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Makassar. (yuk)

BENTUK BATUAN BEKU, BATUAN ENDAPAN DAN BATUAN MALIHAN


A.      Batuan Beku
1.       Batuan Beku Dalam (Intrusif)

 


(Batu granit)

Batuan Beku Dalam (intrusif atau batuan beku plutonik) merupakan batuan beku yang terbentuk akibat proses pembekuan magma yang tidak berhasil ke luar menuju permukaan bumi dan yang berlangsung dalam waktu yang sangat lama.
2.      



Batuan Gang (hypo abisis)



 (porffiri granit)                                                                    
Batuan beku korok terjadi dari magma yang membeku di lorong antara dapur magma dan permukaan Bumi. Magma yang meresap di antara lapisan-lapisan litosfer mengalami proses pembekuan yang berlangsung lebih cepat, sehingga kristal mineral yang terbentuk tidak semua besar.

3.       Batuan Beku Luar (Efusif)

(Batu Apung)
Batuan beku luar terjadi dari magma yang keluar dari dapur magma membeku di permukaan Bumi (seperti magma hasil letusan gunung berapi).

B.      Batuan Endapan

 
Batuan Sedimen merupakan batuan mineral yang telah terbentuk dipermukaan Bumi yang mengalami pelapukan. Bagian - bagian yang lepas dari hasil pelapukan tersebut terlepas dan ditansportasikan oleh aliran air, angin, maupun oleh gletser yang kemudian terendapkan atau tersedimentasi dan terjadilah proses diagenesis yang menyebabkan endapan tersebut mengeras dan menjadi bantuan sedimen.

C.      Batuan Malihan
Batuan metamorf (atau batuan malihan) adalah salah satu kelompok utama batuan yang merupakan hasil transformasi atau ubahan dari suatu tipe batuan yang telah ada sebelumnya.

1.       Batuan Malihan Thermal

 
(Marmer)
Batuan yang mengalami metamorfose sebagai akibat dari adanya suhu yang sangat tinggi (sebagai akibat dari aktivitas magma). Adanya suhu yang sangat tinggi menyebabkan terjadinya perubahan bentuk maupun warna batuan.

2.      
Batuan Malihan,



(Batu Bara)

Batuan yang terbentuk akibat tekanan yang intensif dan terlokalisasi sehingga mengakibatkan penghancuran batuan.

3.      
Malihan Regional

 
(Batu Permata)   

Batuan yang terbentuk karena panas dan tekanan yang tinggi sehingga menghasilkan mineral baru dengan sebaran yang sangat luas.

4.       Malihan Surut (diaftoresis)
Proses perubahan malihan yang menghasilkan batuan malihan yang lebih rendah.

5.       Malihan Pendinginan (autometamorfisme)
Perubahan bahan malihan yang terjadi selama pendinginan pada sisa cairan magma.



Sabtu, 15 Februari 2014

Jawaban Anak Kecil yang disuruh Ibu Gurunya membuka JILBAB

Assalamu'alaykum... Ini dia cerita tentang anak kecil yang disuruh Gurunya membuka Jilbab. 

Seorang gadis kecil pulang dari sekolah. Setibanya di rumah, ibunya melihat anak putrinya dirundung kesedihan. Maka ia pun bertanya kepada putrinya itu tentang sebab kesedihannya. Anak: “Aduhai ibuku, sesungguhnya ibu guru telah mengancam akan mengusirku dari sekolah karena pakaian panjang yang kupakai.”

Ibu: “Tetapi itu adalah pakaian yang dikehendaki oleh Allah, wahai putriku.”
Anak: “Benar, wahai ibu, akan tetapi ibu guru tidak menghendakinya.”
Ibu: “Baiklah, wahai putriku, guru itu tidak menghendaki, tetapi Allah meng¬hendakinya. Lalu siapakah yang akan kamu taati? Apakah kamu akan mentaati Allah yang telah menciptakanmu dan membentukmu, serta yang telah mengaruniakan kenikmatan kepadamu? Ataukah kamu akan mentaati seorang makhluk yang tidak mampu memberikan manfaat dan madharat kepada dirinya?”
Anak: “Sesungguhnya saya akan taat kepada Allah.”
Ibu: “Bagus, wahai putriku, kamu tepat sekali.”

Pada hari berikutnya, gadis kecil itu pergi dengan mengenakan baju yang panjang. Tatkala ibu guru melihatnya, ia langsung mencela dan memarahinya dengan keras. Gadis kecil itu tidak mampu memikul amarah tersebut, ditambah lagi oleh pandangan teman-teman perempuannya yang mengarah kepadanya.
Tidak ada yang ia lakukan selain berteriak menangis. Kemudian, gadis kecil itu mengeluarkan kata-kata yang besar maknanya meski sedikit jumlahnya, “Demi Allah, saya tidak tahu siapa yang akan saya taati, anda ataukah Dia?”
Ibu guru itu pun bertanya, “Siapakah Dia itu?”

Anak itu menjawab, “Allah. Apakah saya harus taat kepada anda, sehingga saya mesti memakai pakaian seperti yang engkau kehendaki, tetapi saya berbuat maksiat kepada-Nya. Ataukah saya mentaati-Nya dan tidak mentaati engkau? Ah, biarlah saya akan mentaati-Nya saja, dan apa yang terjadi terjadilah.”
Aduhai, betapa agungnya kalimat yang keluar dari mulut si kecil itu. Sebuah kalimat yang menampakkan wald (ketaatan) yang mutlak kepada Allah. Gadis kecil itu bertekad untuk berpegang kuat dan taat ke¬pada perintah Dzat Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa Akan tetapi.apakah bu guru itu hanya berdiam saja darinya?
Ibu guru itu meminta dipanggilkan ibu si anak kecil tersebut. Apa yang ia inginkan darinya?

Maka datanglah si ibu itu..
Ibu guru berkata kepada ibu anak kecil itu, “Sesungguhnya putri anda telah menasihatiku dengan nasihat paling besar yang pernah aku dengar di sepanjang hidupku.”
Benar, ibu guru telah mengambil pelajaran dan nasihat dari murid kecilnya. Ibu guru yang mengajarkan pendidikan dan telah mengambil bagian yang besar dari ilmu.
Seorang guru yang ilmunya tidak dapat menghalanginya untuk mengambil nasihat dari seorang gadis kecil yang mungkin seusia dengan putrinya.

Salam penghormatan, semoga terlimpahkan kepada guru ini. Salam peng¬hormatan juga untuk gadis kecil yang telah memberikan pendidikan Islamiyah dan telah berpegang kepadanya.
Salam penghormatan untuk sang ibu yang telah menanamkan dalam diri putrinya rasa cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Seorang ibu yang yang telah mengajarkan kepada putrinya rasa cinta kepada Allah dan Rasul-Nya.

Wahai ibu-ibu muslimah, di depan anda lah anak-anak anda. Mereka seperti adonan tepung. Anda bisa membentuknya sebagai-mana yang anda kehendaki, maka bersegera-lah untuk membentuk mereka dengan bentuk yang diridhai oleh Allah dan Rasul-Nya.

Ajarkanlah shalat kepada mereka
Ajari mereka ketaatan kepada Allah
Ajari mereka untuk bisa tetap tegar dan kokoh di atas kebenaran
Ajarkanlah semua itu kepada mereka, sebelum mereka menginjak usia baligh.


Karena jika pada saat mereka masih kecil tidak mendapatkan pendidikan yang baik, maka sesungguhnya anda sekalian akan menyesal dengan penyesalan yang besar, karena mereka akan menjadi anak-anak yang menyimpang pada saat mereka telah dewasa.

Gadis kecil ini tidak hidup pada zaman Sahabat dan juga Tabi’in. Sesungguhnya ia hidup pada zaman modern sekarang ini.

Delapan Kebohongan Seorang Ibu Dalam Hidupnya

Assalamu'alaykum...
Ibu adalah seorang perempuan yang paling mulia di muka bumi ini. Kali ini saya akan share delapan kebohongan Ibu dalam hidupnya. Check it out;) 

Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia.

Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata : "Makanlah nak, aku tidak lapar" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA

Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk di sampingku dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata : "Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA

Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaannya menempel kotak korek api. Aku berkata :"Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih harus kerja." Ibu tersenyum dan berkata :"Cepatlah tidur nak, aku tidak capek" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA

Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi menandakan ujian sudah selesai, Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata : "Minumlah nak, aku tidak haus!" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT

Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata : "Saya tidak butuh cinta" ----------KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA

Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata : "Saya punya duit" ----------KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM

Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku "Aku tidak terbiasa" ----------KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH

Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : "Jangan menangis anakku, aku tidak kesakitan" ----------KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.

Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.

Dari cerita di atas, saya percaya teman-teman sekalian pasti merasa tersentuh dan ingin sekali mengucapkan : " Terima kasih ibu ! " Coba dipikir-pikir teman, sudah berapa lamakah kita tidak menelepon ayah ibu kita? Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita untuk berbincang dengan ayah ibu kita? Di tengah-tengah aktivitas kita yang padat ini, kita selalu mempunyai beribu-ribu alasan untuk meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian. Kita selalu lupa akan ayah dan ibu yang ada di rumah.
Jika dibandingkan dengan pacar kita, kita pasti lebih peduli dengan pacar kita. Buktinya, kita selalu cemas akan kabar pacar kita, cemas apakah dia sudah makan atau belum, cemas apakah dia bahagia bila di samping kita. Namun, apakah kita semua pernah mencemaskan kabar dari ortu kita? Cemas apakah ortu kita sudah makan atau belum? Cemas apakah ortu kita sudah bahagia atau belum? Apakah ini benar? Kalau ya, coba kita renungkan kembali lagi. Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi ortu kita, lakukanlah yang terbaik. Jangan sampai ada kata "MENYESAL" di kemudian hari.


Oke. Thanks for attention ^^
Sumber: